Sepuluh Kepala Desa di Batui Selatan Paparkan Kinerja, Camat Janjikan Evaluasi Rutin dan Penghargaan Kinerja

Foto PIP Kec. Batui Selatan / Ganitie

LUWUK — Sepuluh kepala desa dari Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, secara terbuka memaparkan hasil kinerja mereka selama satu tahun terakhir dalam rapat evaluasi kinerja desa yang digelar Kamis (7/8/2025) siang. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan pemerintahan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam rapat yang berlangsung di Kantor Kecamatan Batui Selatan itu, masing-masing kepala desa tak hanya menyerahkan dokumen laporan, tetapi juga memberikan presentasi langsung di hadapan jajaran pemerintah kecamatan. Pemaparan tersebut dinilai secara langsung oleh tim penilai yang terdiri dari Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem), Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD), serta para pendamping Kecamatan dan tokoh pendamping Lokal.

Camat Batui Selatan, Faidil Akbar, S.TP, menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini merupakan forum penting untuk menakar capaian desa secara menyeluruh—baik dari sisi anggaran, pembangunan fisik, pelayanan publik, maupun kedisiplinan perangkat desa. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi pemicu perbaikan berkelanjutan di desa-desa.

“Kegiatan ini kita laksanakan demi meningkatkan pembinaan dan menilai kinerja desa secara utuh. Penyerapan anggaran dan kerja pelayanan di desa sangat berhubungan erat dengan tingkat kedisiplinan perangkatnya,” ujar Faidil saat memberikan sambutan pembuka.

Lebih jauh, Faidil menyatakan bahwa model evaluasi ini akan terus dikembangkan menjadi pola pembinaan yang terstruktur dan berkala, bukan hanya sekadar agenda tahunan.

“Ini langkah awal. Ke depan, evaluasi seperti ini akan kita tingkatkan lagi polanya agar bisa lebih efektif, efisien, akuntabel, dan transparan. Kita ingin semua persoalan di desa dibuka dan dicari solusinya bersama, berbasis data,” tegasnya.

Selama pemaparan berlangsung, kepala desa tidak hanya menyampaikan capaian administratif, tetapi juga menyertakan data faktual yang relevan, seperti laporan realisasi anggaran, progres pembangunan fisik, hingga laporan kehadiran perangkat desa. Dalam forum itu juga dibahas kondisi aktual Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan keberadaan koperasi desa.

Beberapa administrasi pelaporan yang turut dievaluasi adalah:

  • Laporan Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),
  • Laporan Penyerapaan Anggaran Desa,
  • Data Absensi dan Disiplin Kehadiran Perangkat Desa,
  • Rekapan Progres Pembangunan Fisik dan Belanja Desa,
  • Data Pengurus BUMDes dan operasionalnya,
  • Serta Data Pengurus Koperasi Merah Putih.

Seluruh data ini akan dianalisis oleh tim kecamatan untuk menyusun umpan balik terhadap masing-masing desa. Dari hasil analisis tersebut, akan dirumuskan bagian-bagian yang perlu ditingkatkan, dilengkapi, atau dibenahi secara kolektif.

“Tadi semua kepala desa dan ketua BPD sudah menyampaikan. Tim penilai dari kecamatan akan menjabarkan hasilnya secara rinci per desa. Dari situ akan terlihat mana yang masih lemah dan perlu diperbaiki,” tambah Faidil.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah kecamatan berencana memberikan penghargaan (reward) bagi desa dengan kinerja terbaik. Penyerahan penghargaan direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.

“Reward akan kita umumkan pada momen 17 Agustus nanti. Namun tentu saja, selain penghargaan, kita juga akan memberikan pembinaan khusus atau punishment kepada desa yang belum maksimal. Semua ini demi perbaikan bersama,” jelasnya.

Langkah evaluatif ini juga menjadi bagian dari upaya Kecamatan Batui Selatan untuk memperkuat sinergi antar desa, menciptakan kompetisi sehat, sekaligus memperbaiki sistem pelaporan dan manajemen desa. Dengan evaluasi terbuka dan sistematis seperti ini, pemerintah kecamatan berharap masyarakat bisa semakin percaya terhadap kinerja dan pelayanan di tingkat desa.