Warga Gori-Gori Sambut Reses Beniyanto Tamoreka, Camat Harap Aspirasi Tembus Senayan

Anggota DPR RI Beniyanto Tamoreka saat melaksanakan reses di Balai Desa Gori-Gori, Kecamatan Batui Selatan, Kamis malam (7/8).Foto PIP Kec. Batui Selatan

BATSEL – Suasana Balai Desa Gori-Gori, Kecamatan Batui Selatan, Kamis (7/8) malam, tampak berbeda dari biasanya. Lampu-lampu menyala terang, kursi-kursi tertata rapi, dan suara percakapan warga memenuhi udara. Sekitar seratus orang hadir, mulai dari tokoh masyarakat, ibu-ibu, pemuda desa, hingga perangkat pemerintahan.

Kehadiran mereka untuk menyambut Anggota DPR RI Beniyanto Tamoreka yang tengah melaksanakan reses. Legislator asal Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah itu duduk di Komisi XII, membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Reses menjadi kesempatan bagi wakil rakyat ini menyerap aspirasi langsung dari masyarakat tanpa perantara.

Malam itu, Beniyanto didampingi Camat Batui Selatan Faidil Akbar Dg. Pasau S.TP Turut hadir para kepala desa se-Kecamatan Batui Selatan serta perwakilan perusahaan JOB Tomori. Kehadiran pihak perusahaan menjadi momen bagi warga menyampaikan persoalan yang bersinggungan dengan aktivitas industri migas di wilayah mereka.

Camat Faidil mengungkapkan rasa syukur atas kedatangan anggota DPR RI tersebut. “Kami di kecamatan punya keterbatasan, baik dari sisi kewenangan maupun akses ke pusat. Karena itu, kami bersyukur Pak Beniyanto hadir langsung mendengar aspirasi warga. Semoga ini menjadi pintu bagi percepatan pembangunan di Batui Selatan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Beniyanto menegaskan komitmennya memperjuangkan aspirasi warga. “Reses adalah saat yang tepat bagi kami untuk mendengar langsung keluhan, masukan, dan harapan masyarakat. Saya ingin memastikan aspirasi ini tersampaikan dan bisa diperjuangkan di tingkat pusat,” katanya.

Dialog antara warga dan wakil rakyat berlangsung hangat. Warga menyampaikan beragam isu: perbaikan infrastruktur jalan desa, penambahan fasilitas pendidikan dan kesehatan, program pemberdayaan bagi nelayan dan petani, hingga permintaan bantuan sarana penangkapan ikan yang lebih memadai.


Sejumlah tokoh desa juga menyoroti perlunya keterlibatan yang lebih besar dari perusahaan migas dalam pembangunan daerah. “Kehadiran industri di sini harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar salah satu tokoh desa.

Menanggapi itu, Beniyanto berjanji akan menindaklanjuti semua masukan. Ia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan pihak perusahaan untuk mencari solusi terbaik. “Aspirasi ini akan kami bawa ke Senayan sebagai bahan pembahasan, supaya kebijakan yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam itu ditutup dengan foto bersama. Meski udara mulai dingin, suasana tetap hangat. Sebagian warga memilih bertahan, berbincang santai dengan wakil rakyat mereka—memanfaatkan momen langka ketika jarak antara pusat dan daerah terasa begitu dekat.